Pecahan adalah salah satu konsep fundamental dalam matematika yang sering kali menjadi batu loncatan untuk pemahaman konsep matematika yang lebih kompleks di jenjang selanjutnya. Bagi siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD), memahami pecahan adalah keterampilan penting yang akan mereka gunakan dalam berbagai situasi sehari-hari, mulai dari membagi kue hingga menghitung waktu. Artikel ini akan mengupas tuntas materi pecahan untuk kelas 4 SD, mulai dari definisi dasar, jenis-jenis pecahan, operasi hitung sederhana, hingga dilengkapi dengan berbagai contoh soal latihan yang bervariasi.
Apa Itu Pecahan?
Secara sederhana, pecahan adalah bagian dari keseluruhan. Bayangkan sebuah pizza utuh. Jika pizza tersebut dipotong menjadi beberapa bagian yang sama besar, maka setiap potongan pizza tersebut adalah sebuah pecahan dari pizza utuh.
Dalam penulisan pecahan, kita menggunakan dua angka yang dipisahkan oleh garis horizontal atau garis miring. Angka di atas garis disebut pembilang (numerator), yang menunjukkan berapa banyak bagian yang kita miliki. Angka di bawah garis disebut penyebut (denominator), yang menunjukkan berapa banyak total bagian yang sama besar dari keseluruhan.

Contoh:
- $frac12$ (dibaca: satu per dua) artinya ada 1 bagian dari total 2 bagian yang sama besar.
- $frac34$ (dibaca: tiga per empat) artinya ada 3 bagian dari total 4 bagian yang sama besar.
Jenis-Jenis Pecahan
Di kelas 4 SD, siswa akan dikenalkan dengan beberapa jenis pecahan yang perlu dipahami:
-
Pecahan Biasa: Ini adalah bentuk pecahan yang paling umum kita temui, yaitu $fracab$ di mana $a$ dan $b$ adalah bilangan bulat, dan $b$ tidak sama dengan nol. Pembilang bisa lebih kecil, sama dengan, atau lebih besar dari penyebutnya.
-
Pecahan Murni: Pecahan murni adalah pecahan biasa di mana pembilangnya lebih kecil dari penyebutnya (a < b). Contoh: $frac13$, $frac25$, $frac710$. Pecahan murni selalu bernilai kurang dari 1.
-
Pecahan Tidak Murni (Pecahan Lebih): Pecahan tidak murni adalah pecahan biasa di mana pembilangnya lebih besar dari atau sama dengan penyebutnya (a $geq$ b). Contoh: $frac53$, $frac77$, $frac104$. Pecahan tidak murni bernilai sama dengan atau lebih dari 1.
-
Pecahan Campuran: Pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan murni. Pecahan campuran sering digunakan untuk menyatakan nilai yang lebih dari 1. Bentuknya adalah bilangan bulat diikuti dengan pecahan murni, misalnya $1 frac12$ (satu satu per dua). Pecahan campuran $1 frac12$ sama nilainya dengan $frac32$.
-
Mengubah Pecahan Tidak Murni menjadi Pecahan Campuran:
Untuk mengubah pecahan tidak murni menjadi pecahan campuran, kita membagi pembilang dengan penyebut. Hasil bagi menjadi bilangan bulat, sisa pembagian menjadi pembilang pecahan baru, dan penyebutnya tetap sama.
Contoh: Ubah $frac73$ menjadi pecahan campuran.
7 dibagi 3 adalah 2 dengan sisa 1.
Jadi, $frac73$ = $2 frac13$. -
Mengubah Pecahan Campuran menjadi Pecahan Tidak Murni:
Untuk mengubah pecahan campuran menjadi pecahan tidak murni, kita mengalikan bilangan bulat dengan penyebut, lalu menambahkan hasilnya dengan pembilang. Penyebutnya tetap sama.
Contoh: Ubah $2 frac13$ menjadi pecahan tidak murni.
(2 $times$ 3) + 1 = 6 + 1 = 7.
Jadi, $2 frac13$ = $frac73$.
-
Membandingkan Pecahan
Untuk membandingkan dua pecahan, kita perlu memastikan penyebutnya sama. Jika penyebutnya sudah sama, kita cukup membandingkan pembilangnya. Pecahan dengan pembilang yang lebih besar adalah pecahan yang lebih besar.
Contoh: Bandingkan $frac25$ dan $frac35$.
Kedua pecahan memiliki penyebut yang sama, yaitu 5. Pembilangnya adalah 2 dan 3. Karena 3 > 2, maka $frac35 > frac25$.
Jika penyebutnya berbeda, kita perlu mencari Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari kedua penyebut tersebut. Setelah mendapatkan KPK, kita mengubah kedua pecahan agar memiliki penyebut yang sama (sesuai dengan KPK). Barulah kita bisa membandingkan pembilangnya.
Contoh: Bandingkan $frac12$ dan $frac23$.
Penyebutnya adalah 2 dan 3. KPK dari 2 dan 3 adalah 6.
- Ubah $frac12$ menjadi pecahan berpenyebut 6: $frac1 times 32 times 3 = frac36$
- Ubah $frac23$ menjadi pecahan berpenyebut 6: $frac2 times 23 times 2 = frac46$
Sekarang kita bandingkan $frac36$ dan $frac46$. Karena 4 > 3, maka $frac46 > frac36$, yang berarti $frac23 > frac12$.
Menyamakan Penyebut
Menyamakan penyebut adalah langkah penting sebelum melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan pecahan. Caranya adalah dengan mencari KPK dari penyebut-penyebut yang ada. Setelah penyebutnya sama, kita tinggal menyesuaikan pembilangnya dengan mengalikan pembilang dengan angka yang sama saat penyebut dikalikan untuk mencapai KPK.
Contoh: Samakan penyebut dari $frac14$ dan $frac56$.
Penyebutnya adalah 4 dan 6. KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
- Untuk $frac14$: Kita kalikan penyebut 4 dengan 3 untuk mendapatkan 12. Maka pembilangnya juga dikalikan 3: $frac1 times 34 times 3 = frac312$.
- Untuk $frac56$: Kita kalikan penyebut 6 dengan 2 untuk mendapatkan 12. Maka pembilangnya juga dikalikan 2: $frac5 times 26 times 2 = frac1012$.
Jadi, $frac14$ sama dengan $frac312$, dan $frac56$ sama dengan $frac1012$.
Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Untuk menjumlahkan atau mengurangkan dua pecahan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan penyebutnya. Setelah penyebutnya sama, kita tinggal menjumlahkan atau mengurangkan pembilangnya. Penyebutnya tetap sama.
-
Penjumlahan Pecahan:
$fracac + fracbc = fraca+bc$Contoh: $frac25 + frac15 = frac2+15 = frac35$
Contoh dengan penyebut berbeda: $frac13 + frac12$
Samakan penyebut (KPK dari 3 dan 2 adalah 6):
$frac1 times 23 times 2 + frac1 times 32 times 3 = frac26 + frac36 = frac2+36 = frac56$ -
Pengurangan Pecahan:
$fracac – fracbc = fraca-bc$Contoh: $frac47 – frac17 = frac4-17 = frac37$
Contoh dengan penyebut berbeda: $frac34 – frac12$
Samakan penyebut (KPK dari 4 dan 2 adalah 4):
$frac34 – frac1 times 22 times 2 = frac34 – frac24 = frac3-24 = frac14$
Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Campuran
Untuk menjumlahkan atau mengurangkan pecahan campuran, ada dua cara:
-
Mengubah ke Pecahan Tidak Murni:
Ubah kedua pecahan campuran menjadi pecahan tidak murni terlebih dahulu, lalu jumlahkan atau kurangkan seperti biasa. Terakhir, jika hasilnya adalah pecahan tidak murni, bisa diubah kembali menjadi pecahan campuran.Contoh Penjumlahan: $1 frac12 + frac34$
Ubah $1 frac12$ menjadi pecahan tidak murni: $frac(1 times 2) + 12 = frac32$.
Sekarang hitung: $frac32 + frac34$.
Samakan penyebut (KPK dari 2 dan 4 adalah 4):
$frac3 times 22 times 2 + frac34 = frac64 + frac34 = frac6+34 = frac94$.
Ubah kembali ke pecahan campuran: $frac94 = 2 frac14$. -
Menjumlahkan/Mengurangkan Bagian Bilangan Bulat dan Pecahan Secara Terpisah:
Jumlahkan atau kurangkan bagian bilangan bulatnya, dan jumlahkan atau kurangkan bagian pecahannya. Jika hasil penjumlahan pecahan memerlukan penyamaan penyebut, lakukan terlebih dahulu. Jika hasil penjumlahan pecahannya menghasilkan pecahan tidak murni, ubah menjadi pecahan campuran dan tambahkan bilangan bulatnya ke hasil penjumlahan bilangan bulat sebelumnya.Contoh Penjumlahan: $1 frac12 + 2 frac14$
Jumlahkan bilangan bulat: $1 + 2 = 3$.
Jumlahkan pecahannya: $frac12 + frac14$.
Samakan penyebut (KPK dari 2 dan 4 adalah 4): $frac1 times 22 times 2 + frac14 = frac24 + frac14 = frac34$.
Gabungkan hasilnya: $3 + frac34 = 3 frac34$.Contoh Pengurangan: $3 frac23 – 1 frac16$
Kurangkan bilangan bulat: $3 – 1 = 2$.
Kurangkan pecahannya: $frac23 – frac16$.
Samakan penyebut (KPK dari 3 dan 6 adalah 6): $frac2 times 23 times 2 – frac16 = frac46 – frac16 = frac36$.
Sederhanakan pecahan $frac36$ menjadi $frac12$.
Gabungkan hasilnya: $2 + frac12 = 2 frac12$.
Latihan Soal
Untuk memperkuat pemahaman materi, berikut adalah beberapa contoh soal latihan yang bisa dikerjakan oleh siswa kelas 4 SD.
Bagian A: Konsep Dasar Pecahan
-
Tuliskan pecahan yang menyatakan bagian yang diarsir pada gambar berikut:
(Gambar lingkaran dibagi 4, 1 bagian diarsir)
(Gambar persegi panjang dibagi 8, 3 bagian diarsir) -
Sebutkan pembilang dan penyebut dari pecahan $frac58$.
-
Ubahlah pecahan $frac92$ menjadi pecahan campuran!
-
Ubahlah pecahan campuran $3 frac14$ menjadi pecahan tidak murni!
-
Manakah yang lebih besar antara $frac37$ dan $frac57$?
-
Urutkan pecahan $frac13, frac23, frac33$ dari yang terkecil hingga terbesar.
-
Manakah yang lebih besar antara $frac14$ dan $frac13$? (Petunjuk: gunakan perbandingan atau gambarkan)
Bagian B: Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
-
Hitunglah: $frac310 + frac510 = ?$
-
Hitunglah: $frac79 – frac29 = ?$
-
Hitunglah: $frac14 + frac12 = ?$
-
Hitunglah: $frac56 – frac13 = ?$
-
Hitunglah: $1 frac13 + frac23 = ?$
-
Hitunglah: $2 frac34 – 1 frac14 = ?$
-
Hitunglah: $3 frac12 + 1 frac14 = ?$
-
Hitunglah: $4 frac12 – 2 frac13 = ?$
Bagian C: Soal Cerita
-
Ibu memiliki sebuah semangka. Semangka tersebut dipotong menjadi 6 bagian yang sama besar. Jika Budi memakan 2 bagian, berapakah pecahan semangka yang dimakan Budi? Berapa bagian semangka yang tersisa?
-
Ayah membeli $frac34$ kg gula. Kemudian, Ibu membeli lagi $frac12$ kg gula. Berapa total berat gula yang dibeli Ayah dan Ibu?
-
Kakak memiliki pita sepanjang $2 frac12$ meter. Sebagian pita tersebut digunakan untuk menghias kado sepanjang $frac34$ meter. Berapa sisa panjang pita Kakak sekarang?
-
Dalam sebuah kelas terdapat 20 siswa. $frac14$ dari siswa tersebut adalah laki-laki. Berapa jumlah siswa laki-laki di kelas tersebut?
-
Ani memakan $frac15$ bagian dari sebuah kue. Budi memakan $frac210$ bagian dari kue yang sama. Siapa yang memakan kue lebih banyak? Berapa selisih bagian kue yang mereka makan?
Kunci Jawaban (untuk referensi guru/orang tua):
Bagian A:
- $frac14$, $frac38$
- Pembilang: 5, Penyebut: 8
- $4 frac12$
- $frac134$
- $frac57$
- $frac13, frac23, frac33$
- $frac13$ (karena $frac13 = frac412$ dan $frac14 = frac312$)
Bagian B:
- $frac810$ atau $frac45$
- $frac59$
- $frac34$
- $frac36$ atau $frac12$
- $2$
- $1 frac24$ atau $1 frac12$
- $4 frac34$
- $2 frac16$
Bagian C:
- Budi memakan $frac26$ atau $frac13$ bagian. Sisa semangka adalah $frac46$ atau $frac23$ bagian.
- $1 frac14$ kg gula.
- $1 frac34$ meter.
- 5 siswa laki-laki.
- Ani memakan kue lebih banyak. Selisihnya adalah $frac110$ bagian.
Kesimpulan
Memahami konsep pecahan adalah langkah penting dalam perjalanan belajar matematika siswa kelas 4 SD. Dengan penjelasan materi yang runtut, contoh yang mudah dipahami, dan latihan soal yang beragam, diharapkan siswa dapat menguasai materi pecahan dengan baik. Ingatlah bahwa latihan yang konsisten adalah kunci keberhasilan. Selamat belajar!



